Sejarah

KOTA SEMARANG

Kota Semarang berada pada posisi tengah-tengah pantai utara Jawa, dibatasi sebelah barat dengan Kab. Kendal, sebelah timur dengan Kab. Demak, sebelah selatan dengan Kab. Semarang dan sebelah utara dibatasi oleh laut Jawa, dengan panjang garis pantai meliputi 13,6 km. Letak Kota Semarang hampir berada di tengah bentangan panjang kepulauan Indonesia dari arah barat ke timur.

Akibat posisi geografis tersebut, Kota Semarang termasuk beriklim tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Sedangkan temperatur udara rata-rata berkisar antara 27,5ºC dengan temperatur terendah berkisar 24,20ºC dan tertinggi 31,80ºC serta mempunyai kelembaban udara rata-rata 79 %.

Didalam proses perkembangannya, Kota Semarang sangat dipengaruhi oleh keadaan alamnya yang membentuk suatu kota yang mempunyai ciri khas, yaitu kota perbukitan dan kota pantai.

Kota Semarang mempunyai posisi yang cukup strategis karena terletak pada jalur lalu lintas yang ramai, baik darat, laut maupun udara dari segala jurusan. Dengan kondisi tersebut memungkinkan Kota Semarang menjadi kota dagang dan jasa yang cukup menjanjikan.

Dengan luas wilayah 373,70 km2, Kota Semarang terbagi menjadi 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Sedangkan jumlah penduduk mencapai  1.739.989 jiwa, terdiri dari 888.619 laki-laki dan 871.370 perempuan.

Sesuai dengan visi misinya, Kota Semarang mempunyai focus sebagai kota perdagangan dan jasa. Hal ini di tunjukkan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan fasilitas sarana perekonomian dan perijinan bagi para investor. Dibidang pariwisata, Kota Semarang juga mempunyai obyek yang tidak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Seperti wisata pantai Marina, Lawang Sewu, Kelenteng Sam Pho Kong, kawasan Kota Lama, Waduk Jatibarang, pusat oleh-oleh Pandanaran, pusat kuliner Simpang Lima, dan lain sebagainya.